Pagi itu
merupakan pagi yang cerah untuk memulai petualangan bagi si kembar, Arya dan
Kusuma. Pagi yang cerah ini mereka rencakan untuk mengeksplore wilayah candi
Borobudur.
“apakah semua peralatan sudah kau
persiapkan, kak ?” tanya Arya
“sudah, mari berangkat”. Jawab
Kusuma sambil memeriksa kembali barang-barang di tas.
Mereka
pun berangkat. Arya yang seorang pecinta alam sangat menikmati perjalanan,
sedangkan Kusuma yang seorang kutu buku penggemar sejarah sedang sibuk meresearch sejarah tentang candi
Borobudur.
Borobudur
saat itu sangat sepi dan hanya mereka lah satu-satunya pengunjung saat itu,
hingga pada akhirnya tanpa mereka sadari mereka tertidur ditengah-tengah candi
Borobudur tersebut.
Kusuma
terbangun dari tidurnya, ia sangat terkejut karena tiba-tiba ia dan adiknya berada
di tengah padang pasir dan ditepi sungai
yang sangat besar. Kusuma pun membangunkan adiknya. Setelah bangun, Arya pun
terkejut dan menganggap bahwa semua ini adalah mimpi.
”pukul aku kak, ini pasti mimpi!”
seru Arya kepada kakaknya.
Betapa
terkejutnya lagi mereka saat melihat pemandangan sekitar. Pemandangan yang
bahkan tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Sejauh mata memandang mereka hanya
melihat secara langsung bagaimana piramida-piramida raksasa dan spinx dibangun.
”apa ini?! Mengapa kita berada
dimasa kejayaan Fir’aun ? sungguh ini mimpi” ucap Kusuma.
Arya yang mempunyai jiwa petualang
dalam dirinya merasa sangat takjub dan langsung berniat mengeksplore wilayah Mesir
kuno tersebut.
Disepanjang
perlanan mereka melihat bagaimana penduduk setempat memanfaatkan air dari
sungai Nil untuk keperluan sehari-hari mereka. Sungai Nil yang sangat luas dan
panjang. Selain ini mereka pun melihat bagaimana penduduk membangun pyramid
raksasa untuk tempat makam raja dan spinx sebagai penjaganya. Akan tetapi,
perjalanan mereka dihentikan oleh sosok tinggi besar, ialah sang Fir’aun, raja
Joses yang sedang berkuasa. Sang raja pun berbicara dengan nada tinggi kepada
mereka. Mereka pun lari dan raja pun mengejar mereka sampai tiba mereka di tepi
sungai Nil, mereka akhirnya tidak punya pilihan selain menceburkan diri mereka
di sungai tersebut.
“ apa itu tadi? Mengapa Fir’aun
tersebut menganggap kita penjahat?” tanya Arya
“ini karena kita berbeda dengan
mereka, lihatlah pakaian kita sangat berbeda dengan mereka, itulah sebabnya
Fir’aun menganggap kita penyusup”. Jawab Kusuma. Mereka mulai kehabisan tenaga
dan akhirnya mereka pingsan dan terbawa arus sungai Nil.
Pada
pagi hari berikutnya mereka berdua ditemukan ditepi sungai Indus di India oleh
penduduk setempat. Mereka pun diberi pakaian baru oleh penduduk.
“dimana kita sekarang ?” tanya Arya.
“kita ada di India, peradaban India
kuno, ada sebuah kerajaan Gupta pada masa ini dengan raja Chandragupta II”.
Jawab Kusuma
Penduduk
pun mengarahkan mereka menuju kerajaan Gupta untuk bertahan hidup. Mereka pun
pergi meninggalkan pemukiman penduduk tersebut. Setelah cukup jauh berjalan,
mereka akhirnya melihat gemerlap cahaya. “ini sepertinya festival keagamaan
yang dilakukan oleh sang raja” ujar Kusuma. Mereka pun berhenti lantaran mereka
bertemu anak kecil yang menawari mereka ladoo. Anak tersebut bernama Dholuu.
“kakak, makan lah ladoo ini. Ladoo ini sudah diberkati oleh para Dewa” tawar
Dholuu dengan ramah. Mereka yang kebetulan sedang lapar menerima tawaran Dholuu
tersebut. Hingga pada akhirnya Dholuu berkata “ini bukan tempat kakak, ikut lah
kerumahku dan tidurlah. Kembalilah ke dunia kakak yang maju”.
Mereka
pun ikut dengan Dholuu dan mereka tidur dikamar Dholuu. Sebelum Dholuu keluar
kamar, ia menatap mata Arya dan Kusuma.
“senang bisa berkenalan dengan
kakak. Sang raja sering melakukan kegiatan festival keagamaan. Aku juga sangat
menyukai cerita Sakuntala, cerita itu
sangat terkenal belakangan ini”. Ucap Dholuu.
Arya
dan Kusuma menatap mata Dholuu dan megucapkan terimakasih kepadanya.
“terimakasih Dholuu, tanpamu mungkin kami akan mati kelaparan” ucap Arya.
Dholuu pun tersenyum manis lalu meninggalkan mereka tertidur.
Keesokan
harinya mereka terbangun ditengah taman yang indah dan mereka menyaksikan
penduduk sedang berkumpul ditaman
tersebut. Arya yang penasaran bertanya kepada salah seorang penduduk.
“apa yang sedang kalian lakukan”?
tanya Arya. “kami sedang membahas rasi bintang yang kami lihat tadi malam”
jawab seorang wanita. Kusuma pun memberitahukan Arya bahwa sekarang mereka
berada di dinasti Silla di Korea dengan penguasanya ratu Seondeok. “kau lihat
itu Arya ? itu adalah Cheomseongdae
sebuah observatorium kuno yang dibangun oleh sang ratu.” Jelas Kusuma.
Arya
yang sangat penasan berjalan mengelilingi bangunan tersebut hingga pada
akhirnta ia bertemu langsung dengan sang ratu. “apa yang kau lakukan di
kerajaanku ? ini bukan tempatmu, ini bukanlah duniamu. Bangunlah anak muda”
ucap ratu Seondeok. Kusuma mendataing adiknya dan meminta maaf kepada sang
ratu. Akhirnya ratu pun memberikannya sebuah bedak.
“hiruplah bedak ini, dengan begitu
kau akan kembali kepada dunia aslimu” ucap ratu Seondeok sambil tersenyum.
Bersamaan mereka menghirup bedak tersebut dan mereka akhirnya pingsan dibawah
kaki ratu Seondeok.
Setelah
sadar, mereka mendengar suara gaduh yang menyerukan untuk menyerang Bastille.
“SERANG BASTILLE, HANCURKAN PENJARA ITU” terdengar teriakan dari penduduk.
“kita di Perancis, sekarang kita berada pada peristiwa revolusi Perancis.” Seru
Kusuma kepada Adiknya. Arya yang merasa situasi sedang tidak aman menyuruh
kakaknya untuk tidak jauh-jauh darinya.
“kak, tetap bersamaku. Kondisi
sedang tidak kondusif.” ucap Arya sambil memeriksa sekitar. Mereka berdua
berjalan dan mencari makanan. Akan tetapi, mereka sulit mendapatkan makanan
sebab penduduk sedang sibuk melakukan penyerangan. Mereka pun memilih tempat
untuk tidur malam ini.
Keesokan
harinya dalam perjalanannya, mereka tanpa sengaja melihat sebuah
pengekseskusian dari pisau Gellautine. Tak lama Kusuma dan Arya tanpa sengaja
mendengar sebuah kalimat “maafkan aku
tuan, aku tidak bermaksud melakukannya”. Kusuma yang sadar bahwa itu adalah
kalimat terakhir dari ratu Perancis Marie Anthoinette yang akan di hukum mati.
“dia…dia…dia adalah Marie
Anthoinette yang pernah aku ceritakan padamu, apakah kau ingat ?” tanya Kusuma
sambil berlinang air mata.
“maksudmu, ini adalah hari eksekusi
bagi Marie Anthointte ?!” lanjut Arya merespon.
Kusuma
dan ratu Marie bertatapan mata, ratu pun tersenyum pada Kusuma dan pisaupun
memenggal kepala. Kusuma yang tak kuasa melihatnya memejamkan matanya sambil
menjatuhkan air matanya. Sesuatau yang aneh pun terjadi pada Kusuma, ia dibawa
flasback kepada petualangan ke sejarah dunia sebelumnya dengan Arya hingga pada
akhirnya terdengar suara memanggil dirinya.
“nak..nak…bangun nak..mengapa kau
tertidur disini?”
Kusuma
dan Arya dibangunkan oleh penjaga Borobudur, “kalian bermalam disini, mengapa
kalian tidak pulang” tanya penjaga.
“apa maksudnya bermalam ? kami hanya
tertidur 15 menit” jawab Arya.
Kusuma
yang menyadari ini langsung memegang tangan Arya dan mengajaknya pergi.
“kau memimpikan keliling dunia ? ini
sangat nyata bahkan Dholuu dan ratu Marie” tanya Arya
“iya, ini sangat nyata. Seolah olah
jiwa kita sedang dibawa mundur oleh waktu untuk melihat cerita didunia ini jauh
sebelum kita lahir”.
Kusuma
dan Arya melakukan perjalanan selanjutnya, karena sekarang mereka sudah sadar
bahwa masih banyak cerita di dunia ini yang bahkan masih tersembunyi.
-TAMAT-
(Setiap
wilayah di dunia ini mempunyai cerita yang berbeda. Begitupun manusia, manusia
mempunyai cerita yang berbeda satu dengan lainnya dan tidak bisa disamakan.)
_Gilang Harits Mu’aafi_

Komentar
Posting Komentar