“Udah
pake skincare tapi kok masih jerawatan?”
“Aku
yang nggak pernah pake skincare aja nggak pernah jerawatan”.
“Skincare-nya
nggak cocok kali makanya jerawatan”.
Ucapan-ucapan seperti itu sering diterima oleh orang-orang
yang lagi ada di fase breakout atau
lagi berjuang untuk jerawat. Banyak orang yang merasa down ketika mereka sedang berjuang untuk permasalahan kulit,
ternyata orang di sekitarnya terkesan tidak mendukung dan malah membuat mereka
yang sedang berjuang makin insecure. Padahal,
mereka yang punya permasalahan kulit juga tahu jika kulitnya memang sedang
tidak baik-baik saja. Mereka juga tahu apa yang harus dilakukan jika kulit
sedang ‘rewel’. Mereka juga sabar dengan apa yang terjadi sama kulit mereka dan
berusaha menerima kenyataan. Ketika mereka sudah menerima kondisi seperti itu,
lalu orang lain malah menghancurkan usaha mereka untuk menerima kenyataan.
Ironisnya, perkataan-perkataan itu lumrah terjadi dan
diucapkan oleh orang-orang terdekat yang mana seharusnya mereka mendukung.
Tidak mudah memperbaiki permasalahan kulit apalagi permasalahannya cukup parah.
Butuh effort yang lebih untuk
berjuang memperbaikinya dengan proses yang panjang dan tidak instan. Proses
yang baik pasti akan mendapatkan hasil yang baik pula. Hanya perlu waktu saja
sampai proses itu mencapai akhir. Karena skincare
bekerja tidak hanya sehari atau dua hari, namun berminggu-minggu bahkan
berbulan-bulan. Mie instan saja perlu proses memasak dan meramu hingga akhirnya
dapat disantap.
Padahal, orang memakai skincare
kan bagus, artinya dia punya kesadaran bahwa kulit juga butuh nutrisi dan
perawatan. Mereka tahu jika kulit yang terawat adalah investasi untuk masa depan dan sebagai rasa syukur atas pemberian
Tuhan. Daripada komentar tentang kulit orang lain, mengapa tidak ikut merawat
kulit juga ?
~Rifda
Salsabila
Acne Fighter

Komentar
Posting Komentar