Langsung ke konten utama

Khasiat dan Manfaat Daun PKI

 

Sumber gambar : www.idntimes.com

    Daun PKI ini merupakan tanaman yang bernama latin Chromolaena odorata yakni tanaman liar yang biasa ditemukan di pinggir-pinggir jalan atau pinggiran kali. Tanaman ini di berbagai daerah meempunyai sebutan yang berbeda-beda seperti kopasanda, kirinyuh, tekelan, kibau, dan kemerdekaan. Tetapi masyatakat Sumbawa khususnya menyebut tanaman ini dengan nama Den PKI atau Daun PKI, sedangkan orang Bima menyebutnya dengan daun Golkar. Daun ini merupakan tanaman parasit yang biasa numpang pada tanaman lain. Hal ini juga yang kadang menjadi momok bagi petani karena mengganggu pertumbuhan padi.

    Penamaan “Den PKI” oleh orang Sumbawa terbilang unik dan menarik. Alasan mengapa daun ini disebut PKI terdapat beberapa pendapat terutama oleh orang-orang tua di Sumbawa. Pendapat pertama mengatakan bahwa, konon tanaman ini muncul setelah peristiwa pembersihan masif kepada anggota dan relawan PKI dan mereka meyakini tanaman ini tumbuh dari hasil darah-darah anggota yang dibantai tersebut, setelah peristiwa itu barulah muncul banyak tanaman serupa. Pendapat selanjutnya yaitu tanaman ini tumbuh akibat asap vulkanik yang dibawa oleh Gunung Agung di Bali yang meletus pada tahun 1963, sehingga menyebabkan tanaman ini banyak tumbuh liar di tanah-tanah yang ada di Sumbawa. Pendapat ketiga yaitu kata PKI ini merupakan ungkapan kekesalan terutama petani-petani yang ladangnya banyak ditumbuhi oleh tanaman tersebut. Kata PKI digunakan untuk mengungkapkan sesuatu yang berkonotasi buruk. Kata PKI dan Belanda oleh orang Sumbawa biasanya digunakan sebagai kata mengumpat dan hal-hal berkonotasi buruk. Oleh karena itu mengapa alasan ketiga, tanaman ini disebut daun PKI karena sifatnya sebagai hama dan tanaman pengganggu.

    Tetapi dibalik itu semua, tanaman ini memiliki berbagai khasiat terutama bagi kulit. Tanaman ini sangat ampuh menghilangkan rasa gatal pada tubuh dan sangat efektif dalam penanganan luka. Daun PKI ini dapat digunakan sebagai pertolongan pertama untuk menghentikan pendarahan. Cara pengaplikasiannya pun cukup mudah yaitu hanya ditumbuk sampai halus dan di aplikasikan pada lokasi gatal atau luka. Selain itu manfaat lainnya yakni sebagai obat diabetes dengan cara memimum rebusan daun tersebut.

 

Oleh 

Yusril Arya Putra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SDN 2 TALIWANG

Kenalan Dulu Yukk!

  Halow everybody, selamat datang di blog HistoryScript. kenapa yoo dinamakan HistoryScript? Kita bahas asal mula penamaan dulu yaa... HistoryScript itu asalnya dari dua kata yaitu History dan Script. History itu artinya sejarah, nah kalo script itu artinya naskah. Nah dari kedua kata itu digabungin artinya. Iyapp betul, histrory script itu artinya naskah sejarah. Dari namanya aja udah pada tau kann di blog ini akan bahas apa ajaa ???? Kita disini bahas tentang tulisan dan peristiwa-peristiwa sejarah loo... pastinya akan ditulis dengan gaya bahasa yang mileniall karena para penulisnya pun anak-anak millenial zaman now. Kita akan sering update membahas topik yang seru seru bangeettt. Siapa yang nggak sabaarrrr ???? Tungguinn yak🤪 Btw ngomongin tentang penulisnya, kita belum kenalan nih siapa ajaa sih penulisnyaa.... kita perkenalan dluu yaa, Ada pepatah nih Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta nahh lohhh. Kita dari jurusan yang sering dibilang gabisa move on nih.. y...

Around The World In One Night

  Sumber Gambar: https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/08677592/mengenal-gaya-candi          Pagi itu merupakan pagi yang cerah untuk memulai petualangan bagi si kembar, Arya dan Kusuma. Pagi yang cerah ini mereka rencakan untuk mengeksplore wilayah candi Borobudur. “apakah semua peralatan sudah kau persiapkan, kak ?” tanya Arya “sudah, mari berangkat”. Jawab Kusuma sambil memeriksa kembali barang-barang di tas.           Mereka pun berangkat. Arya yang seorang pecinta alam sangat menikmati perjalanan, sedangkan Kusuma yang seorang kutu buku penggemar sejarah sedang sibuk me research sejarah tentang candi Borobudur.           Borobudur saat itu sangat sepi dan hanya mereka lah satu-satunya pengunjung saat itu, hingga pada akhirnya tanpa mereka sadari mereka tertidur ditengah-tengah candi Borobudur tersebut.       ...