Langsung ke konten utama

Resensi Film Dokumenter "Pompeii : Secrets Of The Dead" (2019)

 

(Sumber : m.imdb.com)

 

Judul :  Pompeii : Secrets Of The Dead

Tahun rilis : 2019

Durasi : 44 menit

Genre : Sejarah

Sutradara : Ben Finney

Studio : National Geographic

Jenis film : Dokumenter

          Film dokumenter ini menceritakan mengenai pengalaman forensik terhadap para korban Pompeii serta menginvestigasi mengapa mereka tidak menyelamatkan diri pada saat erupsi gunung Vesuvius. Pada awal film dokumenter ini kita diperkenalkan oleh sekelompok jasad warga Pompeii yang gagal melarikan diri dan mati dengan menjadi batu. Jumlah jasad tersebut adalah 13 orang dan oleh para peneliti mereka diberi julukan “para pelarian”.

          Penelitian ini dipimin oleh Dr. Estelle Lazer. Penelitian akan berfokus pada rekonstruksi mengenai 13 jasad tersebut dan mengapa mereka tertinggal dan pada akhirnya tewas secara mengerikan. Berdasarkan hasil akhir dari penelitian ini adalah bahwa para korban tersebut terjebak dan tidak melarikan diri dikarena kondisi erupsi gunung Vesuvius yang sangat mengerikan. Para korban sendiri terdiri dari orang dewasa, anak-anak, bahkan bayi.

          Korban-korban yang menjadi objek penelitian tersebut adalah the merchant yaitu seorang kepala rumah tangga dari keluarga pedagang. Kemudian the brothers yang merupakan korban dari sepasang kakak beradik yang berusia sekitar empat sampai lima tahun, selanjutnya the farmer daughter yang merupakan seorang bayi berusia 15-16 bulan dari keluarga petani, dan yang terakhir adalah the servant seorang pelayan yang membawa sekantung perbekalan.

          Sedangkan menurut ahli vulkanologi, Kayla Lacovino, bahwa erupsi gunung Vesuvius mengeluarkan awan panas berbentuk jamur yang kemudian menjatuhkan batu-batuan apung yang menyebabkan rusak dan robohnya atas dari rumah-rumah penduduk yang kemudian membunuh mereka. Setelah fase hujan batu apung, selanjutnya meluncurnya lava dari kawah gunung Vesuvius yang kemudian mengubur seluruh kota Pompeii.

          Film dokumenter ini sangat baik ditonton sebab film ini memberikan ilmu pengetahuan baru mengenai rekonstruksi peristiwa mengerikan yang dialami penduduk Pompeii pada masa Romawi kuno. Film dokumenter ini dapat dinikmati oleh segala usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, film dokumenter ini bersifat ilmiah serta banyak ditemukan kata-kata ilmiah yang sulit dipahami oleh anak-anak, sehingga ada kemungkinan anak-anak akan kurang mengerti dan tertarik dengan adegan-adegan yang disuguhkan oleh film dokumenter ini. Untuk visualisasi CGI dari film ini sudah sangat baik dan benar-benar dapat memberikan gambaran kota Pompeii dan dahsyatnya erupsi gunung Vesuvius kala itu.

          Jadi, dapat disimpulkan bahwa film dokumenter ini menjelaskan tentang penelitian forensik terhadap para korban Pompeii serta menginvestigasi mengapa mereka tidak menyelamatkan diri pada saat erupsi gunung Vesuvius. Tidak hanya dalam bidang forensik saja, melainkan juga dianalisis dari bidang vulkanologi. Film dokumenter dapat dinikmati oleh segala usia. Visualisasi dari film ini juga ditampilkan sangat baik.

 

_Gilang Harits M_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SDN 2 TALIWANG

Kenalan Dulu Yukk!

  Halow everybody, selamat datang di blog HistoryScript. kenapa yoo dinamakan HistoryScript? Kita bahas asal mula penamaan dulu yaa... HistoryScript itu asalnya dari dua kata yaitu History dan Script. History itu artinya sejarah, nah kalo script itu artinya naskah. Nah dari kedua kata itu digabungin artinya. Iyapp betul, histrory script itu artinya naskah sejarah. Dari namanya aja udah pada tau kann di blog ini akan bahas apa ajaa ???? Kita disini bahas tentang tulisan dan peristiwa-peristiwa sejarah loo... pastinya akan ditulis dengan gaya bahasa yang mileniall karena para penulisnya pun anak-anak millenial zaman now. Kita akan sering update membahas topik yang seru seru bangeettt. Siapa yang nggak sabaarrrr ???? Tungguinn yak🤪 Btw ngomongin tentang penulisnya, kita belum kenalan nih siapa ajaa sih penulisnyaa.... kita perkenalan dluu yaa, Ada pepatah nih Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta nahh lohhh. Kita dari jurusan yang sering dibilang gabisa move on nih.. y...

Around The World In One Night

  Sumber Gambar: https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/08677592/mengenal-gaya-candi          Pagi itu merupakan pagi yang cerah untuk memulai petualangan bagi si kembar, Arya dan Kusuma. Pagi yang cerah ini mereka rencakan untuk mengeksplore wilayah candi Borobudur. “apakah semua peralatan sudah kau persiapkan, kak ?” tanya Arya “sudah, mari berangkat”. Jawab Kusuma sambil memeriksa kembali barang-barang di tas.           Mereka pun berangkat. Arya yang seorang pecinta alam sangat menikmati perjalanan, sedangkan Kusuma yang seorang kutu buku penggemar sejarah sedang sibuk me research sejarah tentang candi Borobudur.           Borobudur saat itu sangat sepi dan hanya mereka lah satu-satunya pengunjung saat itu, hingga pada akhirnya tanpa mereka sadari mereka tertidur ditengah-tengah candi Borobudur tersebut.       ...