Langsung ke konten utama

Sepasang Bayi yang Lahir dari Bambu dan Telur

 

sumber foto: http://budisusilo85.blogspot.com/2015/01/tugu-telur-pecah-kabupaten-bulungan.html

Dahulu hiduplah sepasang suami-istri yang mendiami sebuah perkampungan kecil di tepi Sungai Payang, cabang Sungai Pujungan. Suaminya bernama Kuanyi dan seorang pemimpin suku bangsa Dayak Hupan (Dayak Kayan). Kuanyi dan istri nya ini tidak memiliki keturunan atau tidak memiliki seorang anak, apalagi seorang pemimpin harus memiliki keturunan untuk meneruskan tahta dari ayahnya ini. Kuanyi yang semakin tua sangat risau karena merindukan sosok seorang anak untuk menemani hari-hari membantu istrinya dalam pekerjaan rumah maupun menemaninya ke hutan untuk berburu.

          Pada saat Kuanyi ingin pergi ke hutan untuk berburu, istrinya berteriak “Jangan pulang malam ya, hati-hati dijalan semoga mendapatkan binatang buruan!” Kuanyi hanya tersenyum sambil melambaikan tangan kepada istrinya tersebut. Ketika Kuanyi sampai di hutan dan berkeliling mencari binatang buruan tetapi Kuanyi tidak mendapatkan binatang buruan. Kuanyi merasa bersalah terhadap istrinya karena tidak mendapatkan binatang buruan, lalu Kuanyi istirahat sejenak bersama anjing peliharaannya.

          Disaat Kuanyi yang terlelap dalam tidurnya, tiba-tiba Kuanyi terbangun karena mendengar suara anjingnya yang menggongong dengan gaya seperti mendapatkan sesuatu yang berharga. Kuanyi pun mengatakan kepada anjingnya “ada apa? Apa yang kamu temukan? Ayo kita cari sama-sama!” saat Kuanyi melihat bahwa Kuanyi menemukan seruas bambu besar yang kering dengan ukuran yang lumanyan besar. Dalam hati Kuanyi berbicara “apa aku harus membawa bambu ini pulang? Hm semoga istri ku tidak marah atas apa yang telah aku dapatkan” lalu bambu itu masuk ke dalam anjatnya (tas).

          Sesampainya di rumah, Kuanyi memberikan bambu itu kepada istrinya “maaf istri ku, aku hanya mendapatkan sebuah bambu yang ukurannya lumanyan besar ini” dengan raut sedih Kuanyi memberikan bambu tersebut. Istri Kuanyi pun mengatakan “tidak papa suamiku yang terpenting kamu tidak diburu oleh hewan buas saja” lalu istri Kuanyi menyimpan bambu tersebut di menyimpanan kayu di atas dapur. Kuanyi lalu pergi mandi, setelah mandi Kuanyi pun beristirahat. Karena sangat lelah sekali Kuanyi sampai tertidur nyenyak hingga fajar tiba.

          Menjelang fajar tiba-tiba angin ribut diiringi kilat, halilintar, badai serta hujan lebat yang membuat istri Kuanyi ketakutan mendengar suara gemuruh hujan tersebut. Setelah hujan reda tiba-tiba Kuanyi dan istrinya mendengar suara tangisan seorang bayi. Istrinya pun bertanya kepada Kuanyi “Suamiku apakah kamu mendengar suara tanggisan seorang bayi? Sepertinya suara tangisan bayi itu ada di dapur?” Kuanyi pun menjawab “ayo kita pergi ke dapur”. Sesampainya di dapur betapa terkejutnya Kuanyi dan istrinya melihat bambu yang dibawa oleh Kuanyi kemarin pecah dan keluar seorang bayi laki-laki. Kuanyi dan istrinya pun sangat gembira sekali karena menurut mereka ini adalah pemberian dari Tuhan. Istri Kuanyi pun memandikan bayi laki-laki hingga bersih dan dinamai dengan nama Jau Wiru yang artinya bayi yang lahir setelah selesai angin rebut. Kuanyi sangat gembira sekali karena ada seorang bayi yang hadir di kehidupan mereka.

          Beberapa hari kemudian, Kuanyi harus pergi lagi kehutan untuk berburu mencari makan untuk dia sendiri dan istrinya. Peristiwa ini terjadi lagi, Kuanyi tidak mendapatkan seekor binatang buruan dan Kuanyi khawatir akan istri dan anaknya tersebut. Kuanyi pun duduk dibawah pohon yang rindang sambil beristirahat. Tiba-tiba anjingnya menggongong sambil berputar-putar di sekitar benda yang dia temukan. Kuanyi berkata “apalagi yang kamu dapatkan?” Kuanyi pun bergegas melihatnya, ternyata sebuah telur yang lumanyan sedang yang berada di atas tunggul kayu jemlay. Kuanyi segera pulang memberikan telur tersebut kepada istrinya.

          Istrinya terkejut “apa yang kamu bawa itu suamiku?” Kuanyi pun menjawab “Sebuah telur yang aku temukan di atas tunggul kayu jemlay, dimana harus aku simpan telur ini?” istrinya mengatakan “simpan saja di ruang tengah suami ku”. Seperti biasanya Kuanyi mandi lalu bermain sejenak dengan anak laki-lakinya tesebut. Ketika pagi menjelang, ada suara tangisan seorang bayi lagi. Kuanyi mengira jika itu Jau Wiru tadi, ternyata bukan. Dia mencari sumber suara tangisan tersebut ternyata sumbernya ada di ruang tengah rumahnya. Ketika Kuanyi melihat ternyata telur yang dia bawa tadi pecah dan dari dalamnya lahirlah seorang bayi perempuan. Kuanyi dan istrinya pun terkejut melihat ada seorang bayi perempuan yang lahir dari telur ini. betapa bahagia nya Kuanyi dan Istrinya karena Tuhan telah memberikan mereka seorang anak laki-laki dan perempuan walaupun bayi ini bukan lahir dari Rahim istrinya. Seorang bayi perempuan ini dinamai Putri Lemlai Suri yang artinya bayi lahir dari telur yang terdapat diatas tunggu kayu jemlay. Bayi perempuan ini sangat cantik dan bersinar sekali, istrinya tidak berhenti menatap bayi perempuan ini. Karena adanya Jau Wiru dan Putri Lemlai Suri kehidupan mereka menjadi berwarna dan penduduk di perkampungan mereka pun turut bahagia.

          Ketika dewasa Jau Wiru dan Putri Lemlai Suri ini di nikahkan dan mereka menurunkan seorang yang menjadi bangsawan Bulungan. Nama Bulungan inilah diambil dari akar bambu tadi. Kata Bulungan berasal dari kata Belungon yang artinya bambu betulan atau benar-benar bambu. Karena adanya perubahan dialek bahasa melayu maka Belongon ini berubah menjadi Bulungan. Putri Lemlai Suri dijadikan sebuah Tugu di Tanjung Selor dan menjadi ciri khas Bulungan. 


Oleh: Anlisa Lailan Kamila

@anlisalailan_

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SDN 2 TALIWANG

Kenalan Dulu Yukk!

  Halow everybody, selamat datang di blog HistoryScript. kenapa yoo dinamakan HistoryScript? Kita bahas asal mula penamaan dulu yaa... HistoryScript itu asalnya dari dua kata yaitu History dan Script. History itu artinya sejarah, nah kalo script itu artinya naskah. Nah dari kedua kata itu digabungin artinya. Iyapp betul, histrory script itu artinya naskah sejarah. Dari namanya aja udah pada tau kann di blog ini akan bahas apa ajaa ???? Kita disini bahas tentang tulisan dan peristiwa-peristiwa sejarah loo... pastinya akan ditulis dengan gaya bahasa yang mileniall karena para penulisnya pun anak-anak millenial zaman now. Kita akan sering update membahas topik yang seru seru bangeettt. Siapa yang nggak sabaarrrr ???? Tungguinn yak🤪 Btw ngomongin tentang penulisnya, kita belum kenalan nih siapa ajaa sih penulisnyaa.... kita perkenalan dluu yaa, Ada pepatah nih Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta nahh lohhh. Kita dari jurusan yang sering dibilang gabisa move on nih.. y...

Around The World In One Night

  Sumber Gambar: https://www.google.com/amp/s/bobo.grid.id/amp/08677592/mengenal-gaya-candi          Pagi itu merupakan pagi yang cerah untuk memulai petualangan bagi si kembar, Arya dan Kusuma. Pagi yang cerah ini mereka rencakan untuk mengeksplore wilayah candi Borobudur. “apakah semua peralatan sudah kau persiapkan, kak ?” tanya Arya “sudah, mari berangkat”. Jawab Kusuma sambil memeriksa kembali barang-barang di tas.           Mereka pun berangkat. Arya yang seorang pecinta alam sangat menikmati perjalanan, sedangkan Kusuma yang seorang kutu buku penggemar sejarah sedang sibuk me research sejarah tentang candi Borobudur.           Borobudur saat itu sangat sepi dan hanya mereka lah satu-satunya pengunjung saat itu, hingga pada akhirnya tanpa mereka sadari mereka tertidur ditengah-tengah candi Borobudur tersebut.       ...